Berbicara tentang Rote Ndao dan segala kebesaranya, maka sebenarnya kita sedang berbicara tentang sejarah masa lalu. Banyak pendahulu kita walaupun berangkat dari keterbatasan namun menapaki – langkah demi langkah karya mereka, hingga mampu memuncaki berbagai pertarungan di berbagai level. Figthing spirit yang luar biasa terekSternalisasi dari petarung – petarung tangguh yang tumbuh dan besar dengan minum gula air dan makan sayur marungga tersebut.

Petanyaannya……

Pernahkah Bapa, mama, to'o, te'o berpikir bahwa, masih mampukah dari bumi Rote Ndao ini melahirkan orang – orang sekelas Prof. Dr. W.z. Johanis, Dr. Herman Johanis, Adrianus Mooy, Pdt. Petrus oktovianus dll ?? Ataukah mereka hanya merupakan bagian dari romantisme masa lalu dan hanya tinggal nostalgia sejarah yang selalu kita kenang ketika berbicara tentang pulau kecil ini dan semua kenangan tentang kebesarannya.

Pernahkah Bapa, mama, to'o, te'o berpikir bahwa, dari pulau tandus ini akan meletupkan kreatifitas yang melahirkan masterpiece budaya seanggun sarisandu ataupun seindah ti’I langga?? Ataukah itu hanya bagian dari maha karya sejarah , peninggalan budaya yang terus menjadi symbol keanggunan budaya masa lalu kita.

Tapi bukankah kita tidak hidup untuk masa lalu, kita hidup untuk masa depan, begitu pula dengan segala kebesaran yang harus terus kita ukir tuk menemani perjalanan peradaban kita ?

Berangkat dari fakta sejarah dan diinspirasi oleh romantisme masa lalu, maka mari kita bermimpi agar disuatu kelak nanti, dari pulau yang terselatan di Negeri ini, dari tempat kering dan tandus ini, dari nusa yang dipenuhi dengan cadas ini terlahir W Z johanis2 baru, Herman Johanis2 Adrianus Mooy2 baru, yang mampu memenangkan pertarungan di berbagai level bangsa ini demi memberi kejayaan bagi tanah ini, dan dari mereka mampu untuk melepaskan berbagai stigma – stigma yang melekat di daerah ini, demi kebaikan Nusa Lote Nusa Ndalu Sita.

Membagun SDM adalah jawabannya. Pembangunan manusia merupakan sebuah investasi jangka panjang yang pabila ditanam hari ini tak bisa dipetik esok. Dibutuhkan upaya yang sustainble dan komprehensif yang tidak hanya bergantung pada pemerintah saja tapi melibatkan semua stake holder. Semua elemen masyarakat harus memainkan peran strtegisnya. Invenstasi SDM akan memberikan dampak yang fundamental karena SDM merupakan pilar pembangunan di sebuah Daerah dan Bangsa. Era yang kompetitif mendorong kita untuk memperlengkapi generasi penerus daerah ini dengan berbgai bekal yang ampuh untuk menjadi petarung – petarung yang mumpuni. Dibutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembannya generasi – generasi yang berkualitas. Dibutuhkan berbagai suplemen untuk mengkonstruksi generansi yang memiliki karakter dengan fighting spirit yang tangguh.

Mimpi ini mungkin berada seribu langkah di depan kita, tapi bukankah untuk menggapai langkah ke seribu harus diawali oleh sebuah langkah kecil yang disebut langkah pertama??

Maka mari kita memulai langkah yang disebut langkah pertama itu, sebuah langkah yang sederhana yaitu membiasakan budaya membaca. Dengan membaca generasi muda dapat membentangkan cakrawala pemikiran yang luas. Dengan membaca generasi muda dapat menjangkau jendela dunia didalam pikiran mereka. Dari membaca pewaris – pewaris daerah ini dapat menguak tabir misteri kosmos ini. Dan dari membaca mereka dapat melakukan pengembaraan kognitif sampai pada batasnya, hingga dapat menemukan eksistensi keberadaan mereka yaitu menjadi pribadi yang berkualitas dan berhasil sehingga berguna bagi diri mereka sendiri, bagi keluarga mereka, bagi daerah mereka dan bagi bangsa dan Negara tercinta

Mari kita sebut langkah pertama ini dengan nama : “SERIBU BUKU UNTUK ROTE NDAO”

Bagaimana Konsepnya?

Kami menggugah kepedulian dari semua elemen masyarakat daerah ini untuk mau terlibat secara aktif dalam gerakan ini dengan menyumbangkan buku, majalah dll sebagai bahan bacaan

Setelah buku terkumpul, maka kami akan mendistribusikan ke beberapa taman bacaan yang telah dibentuk dengan bekerja sama dengan Pemuda Gereja

Apa yang melatar belakangi Gerekan ini?

Dari pengamatan kami, keinginan membaca dari anak – anak ada tapi terkendala pada ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas. Mengetahui betapa pentingnya buku dan melihat kebutuhan yang ada maka Komunitas Anaka Muda Untuk Rote Ndao tergerak untuk mengadakan gerakan seribu buku. Dan sebagai langkah awalnya dilaksanakan di 4 taman bacaan sebagai pilot project dan harapan kami kedepan dapat mengekstraksinya ke seluruh wilayah di Kabupaten Rote Ndao

Kenapa Bekerja Sama dengan Gereja ( Tempat Ibadah)?

Kami menyadari bahwa dari berbagai pengalaman taman bacaan di tempat lain banyak yang hanya berdiri sesaat namun kemudian macet karena kendala operasional (dana, tenaga dll) atau tidak ada pengunjungnya. Oleh karena itu gerakan ini merupakan gerakan social yang membutuhkan kerelawanan dan bekerja atas dasar kepedulian untuk melayani dan memberi apa yang kita miliki tanpa mengharapkan imbalan. Maka itu eksistensi organisasi kepemudaan Gereja merupakan jawaban atas kebutuhan tersebut, sehingga kami percaya bahwa pengelolaan akan berjalan dengan baik. Selain itu Gereja merupakan tempat aktivitas anak – anak dan pemuda untuk melakukan berbagai kegiatan ibadah, vocal grup dan kegiatan pelayanan yang lain sehingga mereka dapat mengisi waktu luang dengan membaca..

Dimana saja Taman Bacaan yang Sudah ada?

Taman bacaan yang sudah ada dan bekerja sama dengan Komunitas Anak Muda untuk Rote Ndao :

Taman Bacaan Menggelama
Taman Bacaan Mokdale
Taman Bacaan Ba’a
Taman Bacaan Sarisandu Letelanggak

Kemana kalau mau menyumbangkan buku??

Kalau Bapa, Mama, To’o, Te’o dan kawan tergerak untuk mengambil bagian dari gerekan ini maka silahkan menghubungi kontak person di bawah ini :

Call Me Jodian Suki (085253387995) Jusuf Sanu (081339419578) Adi patola ( 085239317201) Maks Fioh (085239236382) Rossy Manafe (081314922476) Roby Ufi ( 085339035444) Ince Patola (085253641358) Erly Kueain (085238464998)

untuk Kupang

Denny Mooy (082146201583) Jonard Kale (081328689813)

Jakarta Defren 081289278485

“Satu buku sangat berarti karena dapat memberi seribu inspirasi bagi anak – anak dan pemuda kita untuk membentangkan cakrawala pemikiran mereka demi menggapai masa depan yang penuh harapan….” Heart Shell

Last edited 27 September 2013