Banyak entrepreneur yang sudah merasa puas dengan hanya memiliki sebuah ide bisnis yang bisa dijalankan dengan baik, menghasilkan profit/keuntungan yang konsisten, dan sudah bertahan dalam waktu yang cukup lama, sehingga bisa dikatakan sudah memiliki bisnis yang stabil.

Namun tahukah anda bahwa kebanyakan pebisnis atau entrepreneur masih tidak menyadari potensi dan hakikat dari bisnis yang sebenarnya?

Masih banyak entrepreneur yang menjalankan bisnisnya dalam kondisi yang tidak memberikan kebebasan, dengan kata lain bisnisnya hanya bisa berjalan jika ia hadir dalam operasional bisnis sehari-hari. Memang dengan cara demikian mereka merasa lebih aman dan dapat mengontrol seluruh operasional bisnis, meskipun harus kehilangan kebebasannya sebagai seorang entrepreneur. Mereka tidak menyadari potensi bisnisnya yang sebenarnya jika saja ia mau menjalankan bisnis tersebut dengan konsep yang berbeda.

enter image description here

Para entrepreneur ini dalam kenyataannya adalah orang yang sedang bekerja bagi dirinya sendiri. Meskipun agak sedikit berbeda dengan seorang pegawai atau karyawan, namun dari sisi waktu dan kebebasan, mereka sama-sama terikat. Bahkan tidak jarang entrepreneur seperti itu bekerja jauh lebih keras dan lebih lama dari seorang pegawai, karena selain ikut dalam operasional penjualan, mereka juga mengurusi keuangan, promosi, kontak kepada customer, dsb. Mereka beranggapan bahwa jika tidak dijalankan secara demikian bisnisnya tidak bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Dalam banyak hal mereka bisa melihat bisnis yang sedang mereka jalankan sudah sukses, namun mereka tidak menyadari beberapa bahaya dan kelemahan dari cara tersebut:

Pertama, bisnis yang dijalankan dengan cara demikian akan kesulitan untuk dikembangkan atau diwariskan kepada generasi berikutnya. Memang bisnis yang sedang ia jalankan sukses pada masanya, namun bagaimana dengan kelanjutan bisnisnya di generasi mendatang. Bisnis yang sangat bergantung pada pola pikir unik dari pemilik bisnisnya belum tentu bisa diduplikasikan kepada generasi berikutnya. Jika sang pemilik bisnis pensiun atau meninggal, bisnis tersebut tidak bisa dijual ataupun dijalankan oleh orang lain, misal anaknya.

Kedua, bisnis yang dijalankan secara demikian akan merenggut kebebasan yang seharusnya menjadi alasan utama seseorang menjadi seorang entrepreneur. Entrepreneur yang sejati bukan hanya mengejar financial freedom, namun juga time freedom. Apalah artinya memiliki kebebasan secara finansial namun tidak bebas untuk menikmatinya. Untuk berlibur selama 1 minggu saja tidak memungkinkan, karena operasional bisnis harus terus berjalan dan tidak ada orang lain yang mampu menggantikan perannya.

Ketiga, bisnis tersebut tidak akan pernah bisa dikembangkan melampaui kemampuan fisik sang pemilik bisnis. Bisnis yang seperti ini jangan pernah berharap bisa melayani hingga ratusan ribu konsumen, membangun ratusan gerai, atau bahkan ekspansi ke mancanegara. Bisnis yang dijalankan dengan keterikatan secara operasional dengan pemilik bisnis tidak mampu mencapai potensi maksimal karena selamanya terbatasi oleh waktu yang dimiliki oleh pemilik bisnis tersebut.

Untuk bisa menjalankan bisnis yang bisa memberikan kebebasan dan kemampuan mencapai potensi bisnis yang maksimum, maka sebuah bisnis harus dijalankan dengan SISTEM.

enter image description here

Lihat bagaimana bisnis restoran seperti KFC atau McDonalds yang mampu merambah hampir ke seluruh dunia dan ada di belahan dunia manapun. Semua itu berkat SISTEM BISNIS yang tepat dan mampu dijalankan dan diadopsi dengan cepat. Mereka memiliki sebuah standar bagaimana sebuah operasional bisnis sehari-hari harus dijalankan (bahkan sampai hal yang paling mendetail), sehingga bisa menghasilkan kualitas produk atau jasa yang sama dimanapun ia berada.

Perbedaan paling mendasar dalam cara membangun bisnis ditunjukkan oleh para pendiri bisnis yang sukses tersebut. Mereka tidak banyak ikut campur dalam kegiatan bisnisnya setelah mencapai tahap tertentu. Mereka berusaha mendelegasikan tugas dan peran yang harus dijalankannya kepada orang lain. Sebagai gantinya secara bertahap mereka mencurahkan waktunya untuk merancang sistem bisnis yang mampu untuk dijalankan oleh orang lain dan terus menerus menyempurnakannya. Meskipun menyita banyak waktu dan seolah-olah tidak berdampak secara langsung terhadap peningkatan profit bisnisnya pada saat itu, namun begitu selesai bisnis mereka siap untuk dikembangkan secara berlipat ganda.

Mereka sedang merancang sendiri kebebasan yang akan dirasakan pada masa mendatang dan tetap bisa mendapatkan pengembangan usaha. Apa yang dilakukan dianggap sebagai sebuah investasi yang sepadan dengan kebebasan waktu dan finansial yang bisa dinikmati di kemudian hari.

Lihatlah bagaimana McDonalds berkembang di seluruh dunia hari ini, itu semua berkat Ray Kroc yang membuat dan mengembangkan konsep franchise bisnis restoran yang mengagumkan. McDonalds didirikan pada tahun 15 Mei 1940 di San Bernardino, California oleh Richard and Maurice McDonald. Saat ini McDonalds merupakan jaringan restoran hamburger dan fastfood terbesar di dunia yang hadir di 119 negara dengan dan melayani tidak kurang dari 68 juta pelanggan setiap harinya!! Bayangkan betapa dahsyatnya sebuah bisnis yang dijalankan dengan sistem bisnis yang tepat dan brilian.

Ini semua bisa dicapai ketika sang pendiri bisnis McDonalds mulai menerapkan prosedur produksi yang tersistematisasi sejak tahun 1948. Kemudian pada tahun 1955 seorang businessman bernama Ray Kroc bergabung untuk menjadi agen franchise McDonalds dan mengembangkannya ke seluruh dunia. Data pada tahun 2012 mencatat bahwa McDonalds sudah hadir di lebih dari 34.000 lokasi di seluruh dunia dan memperkerjalan lebih dari 1.800.000 karyawan.

Meskipun tidak semua gerai merupakan milik perusahaan McDonalds, namun sang pemilik bisnis tetap mendapatkan penghasilan yang melimpah, baik dari keuntungan restoran yang dimiliki perusahaan, dari menyewakan restoran, royalti, dan fee franchise yang diterima dari seluruh jaringan gerainya yang berafiliasi dengan orang lain. Pada tahun 2012 McDonalds mencatatkan penjualan senilai lebih dari 275 triliun rupiah dengan keuntungan bersih sebesar lebih dari 55 triliun rupiah....wooow!! sebuah angka yang fantastis bukan?? Dan yang paling penting adalah pendiri dari bisnis McDonalds ini bisa menikmati kebebasan waktu dan finansial yang sepenuhnya, bahkan perusahaan ini akan terus berkembang melampaui generasi, bahkan sudah melantai di bursa saham untuk dijual ke publik... Hebat bukan??

Semuanya itu tidak akan pernah tercapai tanpa sebuah sistem dalam menjalankan sebuah bisnis. Inilah salah satu bukti potensi sebuah bisnis yang dikembangkan dengan sistem yang benar. Hasilnya bisa jauh berbeda dengan bisnis konvensional yang terus bergantung kepada pola pikir dan pengawasan sang pemilik usaha itu sendiri.

Semoga tulisan ini mampu menginsirasi anda yang merupakan pebisnis atau entrepreneur yang mendambakan kebebasan waktu dan finansial dari usaha anda.

Last edited 26 June 2016