Fenomena ledakan dari smartphone: sensasi atau cacat produksi??

Belakangan ini semakin marak saja pemberitaan mengenai peristiwa terbakarnya HP atau kasus meledaknya sebuah SMARTPHONE. Apakah fenomena ini sekedar sebuah sensasi yang sengaja dibuat untuk saling menjatuhkan kompetitor, ataukah memang kualitas sebuah smartphone yang semakin menurun karena diproduksi semakin masif (masal)?

Begitu pertama kali mendengar adanya kasus HP meledak/terbakar, sepintas kita tidak terlalu ambil pusing. Bisa saja hal itu hanya sekedar kasus yang langka terjadi, karena hanya masalah kesalahan penggunaan si pemilik HP. Namun setelah peristiwa tersebut, kejadian yang serupa juga terjadi berulang kali di beberapa tempat. Nah.. kalau begini, sudah mulai serius nih...

Kebayang ga, kalau tiba-tiba HP atau khususnya smartphone kita tiba-tiba meledak/terbakar di saku celana .. Wuiihh.... serem juga tuh. Bukan smartphone lagi yang kita bawa, tapi justru 'smartbomb' yang sewaktu-waktu bisa meledak...hahaha... bahkan ketika melihat dampak ledakan atau terbakarnya smartphone tersebut, kita bisa geleng2 kepala... membayangkan bagaimana jika kita sendiri yang mengalaminya...

enter image description here

Beikut ini saya rangkum rentetan kasus terbakarnya atau meledaknya smartphone yang terjadi belakangan ini:

  1. iPhone 4 terbakar ketika pemiliknya sedang melakukan pengisian ulang baterai dari komputer melalui USB. Kasus ini terjadi pada tahun 2010. Apple menyangkal bahwa kesalahan ada di pihaknya, namun justru menyalahkan toko (penjual) yang telah memberikan kabel USB yang cacat atau tidak kompatibel. (sumber: kompas.com)

  2. Sebuah iPod Touch meledak di saku seorang anak yang berusia 10 tahun dan mengakibatkan sang anak menderita luka bakar tingkat 2. Bahkan akibat ledakan tersebut, material iPod Touch sampai meleleh. Apple diminta ganti rugi oleh sang ibu akibat insiden tersebut. (sumber: viva.co.id)

  3. Kasus berikutnya, iPhone 4S terbakar di Finlandia dan sempat terekam oleh kamera CCTV selama 44 detik. Smartphone tersebut terbakar di saku celana sang pemilik, dimana diketahui bahwa terdapat asap yang mengepul dari celananya pada waktu ia sedang berjalan. Berikut ini rekaman videonya:

  4. Kali ini tidak hanya produk keluaran Apple, Google Nexus 7 Tablet yang diproduksi oleh ASUS dikabarkan meleleh karena overheat, ketika sedang melalukan charge (pengisian baterai) dengan charger asli. Kasus ini terjadi di China pada tahun 2012 kemarin. Kemungkinan besar masalah ini lebih disebabkan oleh buruknya infrastruktur listrik di negara tersebut. (sumber: kompas.com)

  5. Blackberry juga tidak bisa santai-santai saja. Kian McCreath, seorang bocah berumur 11 tahun yang berasal dari Inggris, melaporkan ponsel BlackBerry Curve 9320 miliknya tiba-tiba meledak dan terbakar hingga hangus. Anehnya, keluarga McCreath tidak bisa memenuhi permintaan RIM untuk mengirimkan sample Blackberry yang sudah terbakar tersebut beserta dengan chargernya, ia beralasan bahwa Blackberry tersebut sudah hilang. Jadi, apakah kasus ini hanya sebuah rekayasa saja??

  6. Kali ini giliran iPhone 4S lagi yang menjadi biangnya. Shibani Bhujle, seorang wanita yang bekerja sebagai manajer pemasaran di New York, mengaku bahwa iPhone 4S miliknya tiba-tiba panas belebihan dan mengeluarkan asap akibat baterai yang meleleh karena kepanasan. (sumber: kompas.com)

  7. Kasus berikutnya menimpa pesaing berat Apple, yaitu Samsung. Fanny Schlatter, seorang wanita asal Swiss, menceritakan kepada media bahwa Samsung Galaxy S III miliknya meledak ketika ia berada di tempat kerja, dan terjadi di saku celananya, akibatnya paha gadis tersebut terkena luka bakar cukup serius.

  8. Seorang pria asal China bernama Wang Kailin, menunjukkan dampak dari ledakan iPhone 4 miliknya yang membakar kasur tempat tidurnya. iPhone 4 miliknya pun hangus terbakar, untungnya ia tidak mengalami luka bakar. Masih belum diketahui apakah masalah ini ditimbulkan oleh cacat produksi dari pihak produsen atau adanya hubungan arus pendek. (sumber: kompas.com)

  9. Di China seorang pramugari bernama Ma Ailun dikabarkan tewas ketika menelepon dengan iPhone 5 yang sedang diisi baterainya. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis (11/7/2013). Laporan forensik menjelaskan bahwa wanita muda tersebut memang tewas terkena aliran listrik. Kejadian serupa juga berulang, pemilik iPhone 5 asal Bangkok melaporkan perangkat miliknya tiba-tiba meledak saat dipakai menelepon kurang lebih selama 30 detik. (sumber: phonearena.com)

  10. Samsung Galaxy S4 milik Sarah Shurrub di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab terbakar pada saat pengisian baterai baru berlangsung sekitar 3 jam. Akibat dari kejadian tersebut, port tempat pengisian baterai meleleh dan hangus.

  11. Kasus yang paling anyar terjadi akhir bulan Juli 2013, Samsung Galaxy S4 milik seorang pria asal Hongkong meledak dan membakar seluruh isi apartemennya. Peristiwa ini bermula pada saat ia sedang bermain game "Love Machine" di smartphone tersebut. tiba-tiba perangkat miliknya semakin panas, dan meledak. Karena terkejut ia langsung melempar perangkat tersebut ke sofa dan akhirnya api membakar seluruh ruangan yang ada di apartemen miliknya.

So, apa yang harus kita lakukan?

Sebagai seorang yang bijak, tentu kita tidak serta merta ketakutan dalam menggunakan smartphone. Apalagi dalam kondisi jaman yang semakin menuntut peran teknologi sebagai bagian dari kebutuhan yang menunjang produktifitas. Dengan adanya pemberitaan tersebut, tentu kita juga harus lebih waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan gadget agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak perlu terjadi dan menimpa kita. Entah kejadian tersebut hanyalah sensasi yang sengaja dibuat-buat sebagai bagian dari persaingan bisnis, atau memang terjadi secara apa adanya, namun kita tetap harus berhati-hati.

Belajar dari kejadian-kejadian tersebut, kita bisa menarik beberapa kesimpulan praktis yang dapat mencegah terjadinya kejadian-kejadian tersebut:

  1. Hindari penggunaan charger atau perangkat pendukung seperti kabel USB yang tidak original (resmi), meskipun harganya lebih murah, namun tidak ada jaminan keamanan dan kompabilitas (kesesuaian),malah bisa menyebabkan kerugian yang lebih besar dari selisih harganya.

  2. Hindari pengisian baterai HP secara berlebihan (terlalu lama), misalnya melakukan pengisian pada waktu malam hari sampai pagi hari. Hal ini selain bisa merusak baterai dan umur penggunaan baterai juga bisa membuat insiden yang tidak diinginkan terjadi karena panas berlebihan dan berada diluar pengawasan kita.

  3. Hindari penggunaan HP/smartphone pada waktu sedang di-charge (baterai diisi ulang), hal ini perlu dibiasakan, karena kita terkadang tidak menghiraukan efeknya yang bisa membahayakan. Panas berlebihan akan muncul ketika HP secara bersamaan digunakan untuk menelepon sekaligus diisi dayanya. Panas berlebih ini bisa memicu hal-hal berikutnya yang bisa berujung pada terbakarnya baterai.

  4. Hidari menaruh smartphone di kasur/tempat tidur pada waktu malam hari. Selain radiasi yang tidak baik untuk kesehatan manusia, juga rentan dengan kejadian-kejadian yang sudah disebutkan diatas.

Teman-teman punya tanggapan atau masukan lainnya seputar kasus terbakarnya / meledaknya HP atau smartphone ini ?

Last edited 26 June 2016