Bagaimana cara menghadapi siswa yang bandel, tidak disiplin, dan kurang sopan terhadap gurunya?

0
1 Posts
1 Points

Sebagai seorang pendidik, kadang-kadang kita merasa capek hati jika harus berhadapan dengan anak-anak didik yang bandel, yang sudah diberitahu, dan lagi tidak punya sopan santun. Jika kita bersikap keras, mereka justru sepertinya lebih beringas dan mencibir sikap kita di belakang kita. Belum lagi jika harus berhadapan dengan orang tua si murid yang tidak mau anaknya diperlakukan secara keras.

Sementara itu jika kita bersikap lembut, mereka sepertinya 'ngelunjak' dan justru merasa tidak ada yang salah dengan sikapnya tersebut.. Sebagai seorang guru tentu kita tidak hanya bertanggung jawab dalam hal keilmuan dan pengetahuan teoritis saja, namun juga harus memberikan pendidikan karakter yang memadai bagi anak-anak didik kita...

enter image description here

Teman2 HOPERs, mungkin ada yang punya pengalaman mendidik anak-anak yang bersikap bandel, dan mempunyai metode yang jitu untuk membuat mereka berangsur-angsur memiliki karakter yang baik, share donk pengalamannya...

Last edited 22 March 2014


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

1 Posts/Answers
0
708 Posts
910 Points

Menjadi seorang Guru memang bukanlah sebuah pekerjaan dan tugas yang mudah. Tidak hanya butuh keahlian dalam bidang studi yang harus diajarkan, namun juga harus memiliki 'people skill' yang bagus, terutama dalam menghadapi anak-anak yang datang dari berbagai macam latar belakang dan kebiasaan dalam keluarga mereka yang sangat bervariasi.

Tidak sedikit siswa yang bandel tersebut berasal dari keluarga yang memang sangat memanjakan sang anak, sehingga di sekolah pun anak-anak tersebut tidak sadar bahwa sikap dan perilakunya itu bisa mengganggu dan melukai banyak orang.

Sebagai seorang Guru kita memang dituntut untuk tidak sekedar memberikan bekal pengetahuan yang luas kepada anak-anak didik kita, namun juga bekal pendidikan perilaku, sopan santun, dan juga karakter bagi mereka.

Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi bahan pertimbangan pada saat menghadapi siswa-siswi yang bandel:

  1. Temukan akar permasalahan sang anak.

    Jangan hanya melihat 'kulit luarnya' saja. Seringkali permasalahan yang timbul dalam bantuk perilaku merupakan sebuah cermin dari akar permasalahan yang lain dalam diri sang anak. Pada saat seorang anak bertindak bandel dan tidak bisa diatur, bisa jadi itu merupakan ekspresi pengungkapan dirinya yang sebenarnya kurang mendapatkan perhatian, sehingga ia harus bertindak seperti itu demi mendapatkan perhatian.

    Dengan hanya menghukum sang anak, tidak akan membuat ia jera untuk bertindak nakal lagi. Berikan pengertian, dan perhatian untuk bisa 'mengorek' akar permasalahan sang anak. Dengan memberikan 'hal yang sebenarnya dibutuhkan' oleh sang anak. Biasanya hal ini memang membutuhkan waktu, tapi jika kita benar-benar memiliki hasrat untuk mendidik siswa-siswi tersebut dengan sepenuh hati, kita pasti bisa melakukannya.

  2. Konsultasikan dengan orang tua sang anak.

    Seringkali informasi-informasi yang kita perlukan bisa datang dari sang orang tua. Bukan berarti kita hanya memberikan laporan kepada sang orang tua bahwa sang anak bandel di sekolahan. Namun lebih pada usaha untuk duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Seringkali kita bisa mendapatkan masukan dan memberi masukan kepada orang tua untuk mendapatkan cara mengatasi kebandelan sang anak. Kita bisa mengkoreksi beberapa pola asuh yang keliru dalam keluarga sang anak, namun dengan cara yang sopan dan tidak menggurui.

  3. Koreksi diri sendiri.

    Seringkali permasalahan juga bisa timbul dari diri sang pendidik. Bisa jadi sikap sang anak yang bandel dan nakal tersebut hanyalah sebuah perasaan ketidaksenangan sang guru yang bersifat subyektif saja. Hal ini patut diwaspadai dan diperiksa. Dengan adanya perasaan tidak suka tersebut, biasanya perlakuan kita terhadap sang anak menjadi kasar dan keras. Hal ini justru memperkeruh suasana dan bisa menjadi pemicu balas dendam dari anak-anak didik kita. Karena itu hendaknya para pengajar mawas diri dan memperlakukan anak-anak secara obyektif.

Last edited 12 November 2013


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

sticky
Untuk memberikan Tanggapan/Jawaban, silahkan LOGIN terlebih dahulu.

LOGIN

sticky
Jika anda belum menjadi member, silahkan melakukan REGISTRASI.

REGISTRASI

sticky
Dengan menjadi anggota komunitas PeopleHOPE anda bisa memecahkan permasalahan dan belajar bersama-sama..
Atau Login Dengan Social Account: